|
KPPL IKUT DALAM PENYUSUNAN SRAK RAFFLESIA DAN AMORPHOPHALLUS PDF Cetak E-mail

Rafflesia dan Amorphophallus merupakan jenis tumbuhan dilindungi berdasarkan PP No. 7 tahun 1999. Jenis Rafflesia merupakan spesies prioritas konservasi nasional berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No: P. 57/Menhut-II/2008, tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008 – 2018.  Disamping itu, Rafflesia juga telah ditetapkan sebagai Puspa Langka Nasional  berdasarkan Keputusan Presiden No. 4 Tahun 1993  Tentang : Satwa dan Bunga Nasional.

 

Dalam rangka mendukung program konservasi spesies nasional  flora langka dan mempromosikannya sebagai ikon pariwisata daerah berbasis konservasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Litbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;  Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI dan Dewan Riset Daerah Provinsi Bengkulu akan menyelenggarakan Simposium Internasional Rafflesia dan  Amorphophallus pada tanggal  14-17  September 2015 mendatang di Bengkulu.

 

Salah satu output dari Simposium tersebut adalah Buku Strategi  & Rencana Aksi Konservasi (SRAK)  Rafflesia dan Amorphophallus  yang rencananya akan dilaunching oleh Menteri Kehutanan & Lingkungan Hidup pada acara pembukaan symposium tersebut tanggal 15 September 2015. Oleh karena itu, panitia symposium telah menginisiasi penyusunan SRAK  melalui serangkaian  FGD (Focus Group Discussion) dan Lokakarya yang dilaksanakan secara bottom up.

 

FGD  dilakukan untuk menyusun draft nol yang dilakukan oleh para stakeholder dari lembaga penelitian,  perguruan tinggi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, unsur pemerintah daerah serta pemerhati.  FGD telah dilaksanakan di Bogor pada tanggal 13 Februari 2015 dan di Bengkulu pada tanggal 15 April 2015.

 

Lokakarya  penyempurnaan Draft SRAK  tingkat regional pada tanggal  5 Mei 2015 di Hotel Putri Gading BengkuluLokakarya penyempurnaan Draft SRAK tingkat regional pada tanggal 5 Mei 2015 di Hotel Putri Gading Bengkulu

 

Lokakarya  penyempurnaan Draft SRAK telah dilaksanakan di tingkat regional pada tanggal  5 Mei 2015 di Hotel Putri Gading Bengkulu, KPPL waktu itu diwakili oleh Sofian, Khrisna Gamawan dan Asnody Restiawan dan kemudian dilanjutkan ke tingkat nasional pada 16 Juni 2015 di Hotel Salak Bogor yang di wakili oleh Koordinator KPPL, Sofian.  Tahapan  dan proses bottom up ini penting karena konservasi keanekaragaman  hayati  menjadi tanggung jawab  semua pihak, terutama pemerintah daerah  sebagai  pemangku wilayah dan  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai penanggung jawab  program  konservasi nasional.  Disamping itu,  kegiatan FGD dan lokakarya juga menjadi ajang partisipasi aktif berbagai pihak untuk mendukung program konservasi  spesies nasional, khususnya spesies prioritas bunga Rafflesia dan Amorphophallus.

 

Sofian KPPL (paling kanan) menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya nasional ini.Sofian KPPL (paling kanan) menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya nasional ini.

 

Pada lokakarya nasional ini Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi Peran Serta Masyarakat Lokal dalam Pelestarian Rafflesia dan Amorphophallus. “Selama ini, ada beberapa kelompok penduduk lokal yang berupaya melakukan perlindungan dan pelestarian terhadap Rafflesia dan Amorphophallus. Itupun dilakukan secara swadaya, tanpa adanya dukungan atau perhatian dari pemerintah,” kata Sofian dalam presentasinya.

 

Selain KPPL, Sidang Pleno I juga menghadirkan Bapak Agus Susatya (UNIB) dan Ibu Yuzammi (PKT Kebun Raya – LIPI ) yang menyampaikan materi presentasi Status Riset Rafflesia & Amorphophallus dan Juga Ibu Sofi Mursidawati (PKT  Kebun Raya Bogor – LIPI) dan Mba’ Nia Elfarah (TPP) yang menyampaikan materi Status Pemanfaatan Amorphophallus dan Rafflesia.

 

Acara Lokakarya Nasional yang dibuka oleh Dr. Ir. Tachir Fathoni, M. Sc (Direktur Jenderal Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian LHK) dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 16.30 dihadiri oleh 100 peserta yang diantaranya terdiri dari : Kepala dan Sekretaris BPP-Stada Provinsi Bengkulu, Dinas Pariwisata Kepahiang, Kepala Dinas Kehutanan Se-Sumatera, WWF Indonesia, Kementerian Pariwisata, Kepala BKSD se-sumatera, perwakilan LIPI, Perwakilan Kebun Raya Bogor, perwakilan Universitas Bengkulu, Yayasan Kehati, Prosea, TFCA Sumatera dan wartawan media.

 

Kerangka kerja logis SRAK Rafflesia dan Amorphophallus 2016-2025 yang telah disusun meliputi Konservasi Insitu, Konservasi Ex Situ, Public Awareness, Kemitraan dan Kerjasama, Fund Rising, Pemberdayaan Masyarakat berbasis Rafflesia/Amorphophallus, Pembangunan Wilayah berbasis Konservasi Rafflesia/Amorphophallus, dan Kelembagaan, Kebijakan dan Regulasi.

 

Peserta Lokakarya Nasional Penyusunan SRAK di Hotel Salak Bogor pada tanggal 16 Juni 2015 berfoto bersama

 

 

Komunitas Peduli Puspa Langka

www.rafflesia.or.id